Harga Readymix Terbaru

Harga Readymix Terbaru

Bersama ini kami menawarkan harga spesial untuk para pengguna jasa  Harga Readymix . Beton cor . Cor beton. Beton cor readymix paling murah dengan kualitas siap bersaing

 

Berikut Kami Tampilkan harga readymix k-250 per kubiknya:

  1. Harga readymix k-175
    Beton Cor Kontruksi
    untuk bangunan ringan
    Harga Rp 750.000 / m3 ( Harga readymix Nego)
  2. Harga Readymix K-225
    Beton cor kontruksi
    untuk bangunan rumah tinggal dan ruko
    Harga Rp 780.000 Perkubik ( Harga Readymix Nego)
  3. Harga Beton Cor K-250
    Beton Cor kontruksi
    untuk bangunan rumah tinggal , ruko dan jalan lingkungan
    Harga Rp 800.000 Perkubik ( harga beton Cor Nego)
  4. Harga Beton Cor K-300
    Beton Cor kontruksi
    untuk bangunan rumah tinggal , ruko, jalan lingkungan dan lantai gudang pabrik
    Harga Rp 830.000 Perkubik ( harga beton Cor Nego)
  5. Harga Beton Cor K-350
    Beton Cor kontruksi
    untuk bangunan  jalan lingkungan , gudang pabrik dan rigit jalan
    Harga Rp 860.000 Perkubik ( harga beton Cor Nego)
  6. Harga Beton Cor K-400
    Beton Cor kontruksi
    untuk bangunan rigit jalan
    Harga Rp 890.000 Perkubik ( harga beton Cor Nego)

Harga rental concretepump /  sewa pompa beton

  1. Sewa Pompa Beton Standar  Rp 2.900.000/8 Jam
  2. Sewa Pompa Beton Mini            Rp 3.000.000/8 Jam
  3. Sewa Pompa Beton Longboom  Rp 5.700.000/8 Jam
  4. Rental Pompa Kodok / Portable Rp 6.500.000/ 8 Jam
  5. Sewa Mesin Vibrator      Rp 450.000/ 8 jam

 Pelayanan + yang  kami berikan ke pelanggan / konsumen

  1. Gratis  kunjungan survey untuk akses jalan ke lokasi proyek
  2. Harga Spesial Jika pemesanan 1 paket berikut sewa pompa beton(sewa concrete pump)
  3. Gratis konsultasi tentang kebutuhan readymix , jayamix dan volume readymix proyek agar lebih efektif dan efisien pada saat pengerjaan pengecoran.

Untuk Informasi Pemesanan Readymix Murah / Jual Jayamix Hubungi Kami;

Bpk Nesa

No tlp/hp : 08111695552, 081377856817, 0816603568

Please rate this

mix design

Pembuatan Mix Design Beton Normal

mix design adalah  rumus perbandingan sederhana dalam menyusun campuran beton seperti 1:2:3 atau perbandingan volume 1 semen, 2 pasir, dan 3 aggregat. Rumus ini tentu mempermudah penghitungan campuran beton. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah berapa jumlah air yang harus ditambahkan? Jawabannya tentu secukupnya, tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental. Padahal perbandingan jumlah air dan semen, yang dikenal dengan water cement ratio (w/c ratio) atau faktor air semen (f.a.s) adalah faktor paling utama yang menentukan nilai kuat tekan beton yang telah mengeras (umur 28 hari).

Oleh karena itu, perlu kita ketahui langkah-langkah penghitungan campuran beton yang didasari penentuan w/c ratio terlebih dahulu agar tercapai kuat tekan yang diinginkan. Penghitungan campuran ini dirancang untuk dilakukan dengan standar berat, bukan volume, agar campuran yang dibuat lebih akurat. Langkah-langkah yang diperlukan sebagai berikut :

1. Penentuan w/c ratio

Raju (1983) menetapkan standar w/c ratio yang dapat digunakan dengan mudah dalam grafik berikut ini. Besaran tersebut hanya gambaran kasar untuk mempermudah campuran secara manual di lapangan. Dalam menentukan w/c ratio secara akurat dan efisien, sangat diperlukan trial mix skala laboratorium dengan varian campuran tertentu.

betoon

Berdasarkan grafik tersebut, kita dapat menentukan kuat tekan beton, misalnya untuk menentukan beton dengan kuat tekan 350 kg/cm2 (dalam benda uji silinder 15 x 30 cm) kita dapat menggunakan w/c ratio 0,44 atau apabila jumlah air dibagi jumlah semen nilainya adalah 0,44.

2. Penentuan berat jenis (specific gravity) semen, aggregat kasar, dan aggregat halus

Untuk menentukan jumlah aggregat diperlukan data specific gravity yang akurat. Namun, apabila pengujian lab tidak dapat dilakukan, secara mudah dapat digunakan panduan berikut ini untuk material di area Jawa Timur.

MaterialSpecific Gravity (SG)
Semen OPC Portland Type I3,15
Pasir Vulkanis (Lumajang)2,70
Pasir Natural (ex Mojokerto)2,55
Split / Batu Pecah 2,70

Tabel specific gravity material Jawa Timur. Sumber : dokumentasi pribadi.

4. Penentuan slump (workability)

Untuk standar workability yang mudah digunakan, yaitu slump 12 cm, maka kebutuhan air yang biasa digunakan sesuai pengalaman penulis adalah 185 liter air. Sebagai perbandingan, Raju (1983) menyatakan untuk mencapai slump 10 cm dengan diameter maksimum agregat (batu pecah) sebesar 25mm diperlukan air sejumlah 192 liter. Kisaran tersebut dapat digunakan sebagai panduan untuk mempermudah pengerjaan di lapangan.

5. Penghitungan jumlah air dan semen.

Apabila kita tetapkan jumlah air adalah 190 liter per m3 beton, maka jumlah semen yang digunakan agar tercapai kuat tekan silinder 350 kg/cm2 dapat dihitung dengan menggunakan w/c ratio 0,44.

betoon

Sehingga jumlah semen yang direkomendasikan adalah 431 kg per m3 campuran beton.

 5. Penetapan perbandingan agregat kasar dan agregat halus

Penetapan perbandingan agregat kasar dan agregat halus ditentukan berdasarkan hasil dari gradasi saringan material, atau dikenal dengan modulus kehalusan (fineness modulus). Hasilnya digunakan untuk menentukan gradasi kerapatan ukuran butiran material dalam campuran beton yang akan berpengaruh pada kemudahan pengerjaan, terutama apabila menggunakan pompa. Raju (1983) menetapkan tabel untuk mempermudah penghitungan tersebut sebagai berikut.

Ukuran maksimum 

batu pecah (mm)

Perbandingan volume batu pecah dengan total agregat dengan 

variasi modulus kehalusan pasir (Fineness Modulus)

 2,402,602,803,0
200,650,630,610,59

Kita gunakan asumsi FM pasir 3,0 sehingga perbandingan volume yang disarankan adalah 0,59 atau 59% dari total agregat.Dari penghitungan yang lalu, kita dapatkan bahwa :

Jumlah air = 190 kg
Jumlah semen = 431 kg
Dengan specific gravity semen type 1 sebesar 3,15 maka volume semen adalah :

Volume = 431 kg / 3,15 = 136,8 liter

Volume semen + volume air = 136,8 liter + 190 liter = 326,8 liter

Sehingga, sisa volume yang ada untuk campuran agregat halus dan kasar dalam 1 m3 atau 1000 liter beton adalah :

1000 liter − 326,8 liter = 673,2 liter

6.  Penghitungan jumlah agregat kasar dan agregat halus.

Telah ditetapkan pada penghitungan yang lalu bahwa perbandingan jumlah agregat kasar atau batu pecah adalah 59% dari total agregat. Sehingga :

Jumlah volume batu pecah = 0,59 x 673,2 liter = 397,2 liter

Jumlah ini apabila dibagi dengan asumsi specific gravity batu pecah sebesar 2,70 maka :

berat batu pecah = 397,2 liter x 2,70 = 1072,5 kg

Apabila terdapat dua jenis ukuran batu pecah, yaitu batu ukuran besar (max 20 mm) dan ukuran kecil (max 10 mm), maka penggunaannya dapat dibagi sesuai persentase yang diinginkan. Misalnya persentase batu kecil sebesar 30% dari total agregat kasar (dengan asumsi specific gravity kedua fraksi sama) maka :

Berat batu kecil (max 10 mm) = 0,3 x 1072,5 kg = 321,7 kg

Berat batu besar (max 20 mm) = 0,7 x 1072,5 kg = 750,8 kg

Asumsi perbandingan volume batu besar 0,59 maka perbandingan volume agregat halus atau pasir sebesar :

Jumlah volume pasir = 1 − 0,59 = 0,41

Jumlah volume pasir = 0,41 x 673,2 liter = 276 liter

Jumlah ini apabila dibagi dengan asumsi specific gravity pasir Lumajang sebesar 2,70 maka :

Berat pasir = 276 liter x 2,70 = 745,2 kg

Hasilnya didapatkan campuran beton sebagai berikut :

MaterialBerat (kg)
Air190
Semen431
Batu pecah (max 10 mm)322
Batu pecah (max 20 mm)751
Pasir745

7. Pencampuran dilakukan dalam kondisi saturated surface dry (SSD) atau jenuh kering permukaan untuk semua agregat.

Bisa dilakukan dengan menyiram agregat kasar atau batu pecah kemudian didiamkan selama 30-60 menit hingga tercapai kondisi SSD. Untuk agregat halus perlu dilakukan uji moisture content untuk memastikan kandungan air yang ada dalam pasir. Penghitungan mix dibuat dengan asumsi non air entrained atau kondisi dimana asumsi tidak ada udara yang terjebak dalam beton. Raju (1983) menyatakan asumsi udara yang terjebak dalam beton untuk material agregat kasar max 20 mm adalah sebesar 2%.

Conto Mix Design Mutu K300

 

Pionirbeton

PT. Pionirbeton Industri

TECHNICAL DEPARTMENT

Jl Rawa Sumur IV Blok BB 9

Kawasan Industri Pulogadung

02t- 46836344 – s0

 

 

CONCRETE MIX DESIGN SUMMARY

 

Contractor: CV. DEWISARTIKA

 

Project: JL. PRISMA RW 09 KEL. MAMPANG KEC. PANCORAN MAS

 

Address: DEPOK

 

 

Ref : M D/ 1752 I PBt-tM lxII I 2015

Date : December. 1lth,2015

Type of  Concrete K 300
Slump (cm) 12+-2
   
  Jalan
  OPC + FA
   
Soecified Strenoth (Ko/cm2) in 28 davs base on cube 15 x 15 x 15 cm300
Cement content ( kg )lndocement263
Fly Ash content (kg)Suralaya113
Free Water Content ( litres ) 165
loarse Aoq. max 25 mm ( ko )Rumpin1.1 10
Coarse Aoo. max ‘12.5 mm ( kq )Rumpin0
Fine Aooreoate ( kg)Lampunq470
M. Sand (kg)Rumpin150
Admixture, Retarder (lt)P4020.26
Admixture, Max Super Plasticizer(Lt)R11003.01
Admixture, Max High Super Plasticizer(Lt)  
   
Client Spec.  
Max w/c 0.47
Flv Ash Content (%) 30%
w/c ratio 0.44
   
Admixture dosage, Super Plasticizer (ml)R1100800
Total Weiqht of Cementitious ( kq ) 376  

 

 

)

Note :

  1. The batch weight are in kilogram per cubic meter
  2. Yield measurements should meet the requirements of ASTM
  3. All batch weights are assumed saturated surface dry
  4. Admixture dosage rate :
  5. per 100 kg of cement material
  6. Liter per cubic meter or
  7. Milliliters per cubic meter of supply
  8. Aggregates – splits & fine depend on quality limits at time of supply
  9. Cementitious content may include cement, fly ash or silica fume, pending requirements.

The above mixes will comply with all the current requirements of ACI provided all aspects of sampling preparation and testing

carried out in accordance with current editions of ASTM.

The mixes proportion changes depend on material & site performance at the time of supply

Cari :

  • arti m sand dalam mix design

Please rate this

ReadyMix Tanggerang

 Please rate this 810.000 780.000 0 1 2 3 4 5

Please rate this

Batching Plant

Batching Plant

Batching plant Adalah sebuah fasilitas pabrik pengolahan khusus beton, dalam pengolahan material beton dicampur dengan takaran yang khusus agar dapat menghasilakan mutu secara seksama oleh tenaga spesialis dibidang beton, sehingga akan menghasilkan beton yang berkualitas.

Setelah proses mixing beton berkualitas selanjutnya siap diangkut ke tempat proyek dengan menggunakan truk dengan drum bergulir yang dikenal sebagai armada mixer (truk molen).

Beton yang dihasilkan dari pabrik pengolahan (batching plant) adalah beton yang digunakan dalam dasar-dasar konstruksi bangunan, paving bahan untuk jalan, pipa dalam proyek konstruksi dan lain-lain.

Batching Plant beton digunakan untuk melakukan pencampuran (mixing) sehingga semen, air, pasir dan agregat berbaur menjadi satu untuk membentuk beton yang nantinya akan menghasilkan beton berkualitas yang belum tentu dapat dilakukan ditempat pengerjaan proyek.

Cukup bersalan betapa penting dan perlunya sebuah batching plant beton karena cukup efisien dan cepat untuk menyelesaikan proyek konstruksi sesegera mungkin.

Pada postingan lain kami membahas tentang Pengertian Beton Ready Mix Concrete, sebagai acuan dan referensi tentang ready mix yang selalu berkaitan dengan batching plant. Beton jenis lainnya yaitu ready minimix atau beton yang didistribusikan dengan armada colt diesel (truk mini)

Ada beberapa lokasi map batching plant ready mix yang sengaja kami rangkum, antara lain batching plant jayamix, batching plant pionirbeton, batching plant Indocement, sebagai acuan untuk menemukan lokasi terdekat dari titik proyek konstruksi yang akan atau sedang berjalan.

Disini kami menawarkan berbagai macam mutu beton (per meter kubik) dari hasil olahan batching plant tersebut.

Batching Plant Jayamix
Batching plant Jayamix berikut ini kami rangkum secara khusus, untuk mengetahui area terdekat yang dapat dijangkau oleh Kami, disini kami menyusun daftar batching plant diantaranya area batching plant untuk Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Jayamix merupakan salah satu pemasok dan produsen beton ready mix terkemuka sehingga sudah tidak diragukan lagi mengenai kwalitas dan jaminan mutu betonnya.

Please rate this

Cara Menghitung Keperluan Beton Cor

cara menghitung  keperluan beton cor

Secara umum sudah diketahui mengenai kebutuhan material untuk pengecoran yaitu pasir, krikil dan semen.Dalam dunia pembangunan untuk masalah pengecoran memiliki dua cara dalam pengaplikasiannya, yaitu pengecoran dengan ready mix dan sitemix.

Selanjutnya bagaimana cara menghitung kebutuhan-kebutuhan material tadi? Dalam pembuatan beton konvensional sering kita mendapat istilah 1 – 2 – 3 hal ini sudah mendai isitlah umum pada sebagian masyarakat.

Lebih lanjut kita akan kupas mengenai kebutuhan-kebutuhan satu persatu untuk menghitung kebutuhan pengecoran.

CARA MENGHITUNG MATERIAL UNTUK KEBUTUHAN PENGECORAN
Ketentuan yang berlaku di Indonesia adalah bahwa perbandingan ini adalah perbandingan berat misal 1 kg semen : 2 kg pasir : 3 kg split.

Tapi untuk pekerjaan misal membuat dak di rumah sendiri, bisa juga digunakan perbandingan volume. Langsung saja kita misalkan perbandingan tadi sebagai ember.

misal 1 ember semen : 2 ember pasir : 3 ember split, atau juga 1 m3 semen : 2 m3 pasir : 3 m3 split.

Dalam praktek di lapangan, para tukang biasanya mengunakan takaran beragam, ada yang menggunakan ember, sekop, dan juga dolak.

Patokan ukuran semua alat itu adalah mengacu pada 1 zak semen
1 zak semen = 5 sekop pengki
1 zak semen = 1 dolak
1 zak semen = 0,024 m3 (pendekatan dari ukuran zak semen 50kg yaitu 10 cm x 40 cm x 60 cm)

Jadi campuran betonnya bisa menjadi 5 pengki semen : 10 pengki pasir : 15 pengki split
atau 1 dolak semen : 2 dolak pasir : 3 dolak split
atau 0.024 m3 semen : 0.048 m3 pasir : 0.072 m3 split.

CONTOH KASUS 1:
Sekarang saatnya kita menghitung kebutuhan semen, pasir dan split untuk pengecoran. Misal kita ingin membuat dak dengan ukuran 10 m x 6 m dengan tebal 10 cm berapa kebutuhan materialnya jika ingin dibangun dengan mutu beton 1 : 2 : 3 ?
1. Volume beton yang akan dibangun adalah 10 x 6 x 0.1 = 6 m3
2. Total campuran tersebut adalah 1 + 2 + 3 = 6, itu berarti 1/6 adalah semen, 2/6 adalah Pasir, dan 3/6 adalah split.
3. Maka kebutuhan semen : 6 m3 x 1/6 = 1 m3 ; Pasir : 6 m3 x 2/6 = 2m3 ; Split : 6 m3 x 3/6 = 3 m3.
Demikian sedikit ulasan tentang cara menghitung kebutuhan semen, pasir dan split dalam pengecoran dengan mutu beton 1 : 2 : 3. Anda bisa menghitung kebutuhan semen, pasir dan split dengan mutu beton yang berbeda sesuai dengan yang anda inginkan dengan cara-cara tersebut di atas. Semoga bermanfaat, selamat mencoba menghitung di rumah anda masig-masing….

Cari :

  • 1 ember pasir berapa kg
  • 1 m3 pasir berapa pengki
  • harga pasir satu d

Please rate this

Perlu Ngecor Cepat Gunakan SpeedCrete

Apakah Anda sedang Perlu Ngecor Cepat Gunakan SpeedCrete?, SpeedCreate adalah merek paten dan produk beton ready mix milik perusahaan Holcim.

Inovasi Holcim tersebut diluncurkan pada bulan Juli 2009 yang lalu, merupakan inovasi dalam mixing beton readymix.

Inovasi ini bukanlah hal yang baru pada dunia ready mix, 17 tahun lalu di luar negeri sudah dikembangkan terlebih dahulu.

Lalu apa perbedaan antara Readymix dengan SpeedCrete tersebut, perbandingannya beton ready mix biasa dengan SpeedCreate adalah terdapat pada umur beton dapat digunakan setelah beton cor dituangkan.

Beton cor pada umumnya membutuhkan minimal 14-18 hari untuk mencapai kapasitas kekuatan tekan karakteristik (fc’), sedangkan SpeedCrete hanya butuh waktu 10 jam saja.

Selanjutnya media beton dapat digunakan setelah pengecoran selesai dilaksanakan. Sudah dapat dipastikan penggunaan beton speedcrete ini sangat cepat kering dan sesegera mungkin dapat digunakan

Ready Mix SpeedCrete dapat diaplikasikan terutama untuk kebutuhan pengecoran lantai, jalan umum, lantai pabrik, jalan tol dan konstruksi lainnya

Percepatan dalam pembangunan menuntut para praktisi konstruksi agar mereka dapat menyelesaikan proyek-proyek yang berhubungan dengan pengecoran dapat digunakan sesegera mungkin.

Seperti halnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, dan Cikarang, kebutuhan percepatan dalam proyek pengecoran sangat memungkinan untuk menggunakan ready mix SpeedCrete ini.

Solusi paling jitu untuk menghadapi permasalahan seperti itu adalah dengan menggunakan beton ready mix SpeedCrete.

Jenis dan harga beton Speedcrete tentulah sangat berbeda, jenis dan merk SpeedCrete saat ini merupakan milik perusahaan Holcim.

Adapun produsen lainnya sudah barang tentu menawarkan beton dengan jenis yang sama hanya dalam istilahnya saja yang berbeda.

Untuk urusan hak paten memang Holcim lebih mengutamakan hal itu, seperti halnya jenis beton lainnya yaitu MiniMix Holcim, pun sama merek dagang yang sudah dipatenkan oleh Holcim.

Mengenai harga Holcim memang cukup mahal, tidak perlu kawatir kami dapat mengadakan jenis beton speedcrete ini, dengan demikian ketika perlu ngecor cepat gunakan SpeedCrete.

Please rate this

Pengertian Beton Ready Mix Concrete

Pengertian Beton Cor

Pengertian Beton Ready Mix Concrete, Beton Ready Mix Concrete adalah beton cor siap pakai yang dibuat secara tersistem dengan takaran bermutu tinggi oleh tim ahli. Tim ahli peramu ready mix concrete secara profesional memixing (mencampur) beton agar menghasilkan beton ready mix yang bermutu tinggi.

Pembuatan beton ready mix concrete dilakukan di lokasi pengadukan atau batching plant. Mengenai Batching plant sendiri telah kami uraikan pada halaman postingan tentang Batching Plant, kami uraikan secara menyeluruh termasuk lokasi-lokasinya.

Dari pencampuran atau mixing beton tersebut dapat menghasilkan beton siap pakai untuk kebutuhan berbagai macam proyek pengecoran.

Material Beton

Beton dibuat dengan semen, air, agregat halus (pasir), agregat kasar (batu kerikil) ditambah dengan admixtures, dan beberapa bahan lainnya.

Bahan-bahan yang proporsional yang telah direkayasa agar menghasilkan beton berkekuatan tinggi dan memiliki daya tahan tertentu, sehingga sangat cocok untuk tujuan pekerjaan yang diinginkan.

Hal ini dapat diproduksi dalam bentuk precast/preacetak atau beton ready mix, yang didistribusikan dengan menggunakan armada truk mixer atau truk molen.

Ada beberapa produsen terkemuka di Indonesia yang beroperasi dalam mixing (pencampuran) beton ready mix tersebut antara lain Jayamix, Pionirbeton, adhimix, Tiga Roda, Holcim dan lain-lain.

Kelasifikasi Mutu Beton

Pengelompokan ini berdasarkan instansi dan peraturan yang ada, pengelompokan beton pada dasarnya berkembang dari waktu ke waktu, disesuaikan dengan kebutuhan di tiap negara atau instansi yang berkepentingan.

Di Indonesia pada umumnya pengelompokan dan peraturan beton mengikuti standar yang berlaku di Amerika Serikat (ACI).

Please rate this